Yamaha XSR 155 Hadir dengan Desain Bergaya Neo Klasik

0
98
Yamaha XSR 155
Yamaha XSR 155 Hadir dengan Desain Bergaya Neo Klasik

ceritapa.com, Yamaha Indonesia meluncurkan 3 motor baru saat akhir 2019 salah satunya motor retro berfitur modern, yaitu Yamaha XSR 155. Resmi dirilis dengan harga Rp 36,2 juta untuk pasar Indonesia. Motor ini ditujukan untuk konsumen yang suka motor sport heritage dan modifikator Tanah Air. Mengulik lebih jauh tentang Yamaha XSR155, berikut fakta menarik kuda besi bergaya neo klasik

1. Model Retro Modern Pertama Yamaha Indonesia

Yamaha XSR 155 menjadi model pertama retro modern yang dijual oleh Yamaha di Indonesia. Masuk dalam klan Sport Heritage XSR dan menjadi salah satu varian yang dimiliki oleh Yamaha global berjenis sport retro. Motor ini juga menggabungkan dua genre, motor dengan desain lawas yang dipadukan dengan teknologi modern.

Model ini mulai dikenal seluruh dunia saat Yamaha meluncurkan XSR700 dan XSR900. Dan masih ada kaitannya dengan keluarga MT-Series. Tipe XSR menggunakan basis mesin dari MT-Series. Demikian pula XSR 155 identik dengan MT-15. Walau masuk dalam keluarga XSR dengan kapasitas mesin terkecil, fiturnya tak kalah dengan versi yang lebih besar

2. Desain Neo Klasik

Desain dari XSR 155 ini turunan dari keluarga besar Sport Heritage XSR series. Sesuai namanya, bernuansa klasik tetapi sudah dibenamkan teknologi modern. Bentuk headlamp model bulat layaknya motor tahun 80-90an. Tetapi di dalamnya sudah dilengkapi multi-reflektor serta lampu Daytime Running Light atau DRL jug. Teknologinya pun sudah Light Emitting Diode alias LED. Terdapat logo XSR di bagian tengah lampu.

Model tangkinya berbeda dari motor 155 cc VVA Yamaha lainnya. Karena mengedepankan estetika lawas, maka dirancang  membulat dan besar seperti motor klasik ‘XS’. Bedanya tidak berbahan pelat alumunium, melainkan plastik. Isinya juga hanya bisa menampung 10,4 liter bahan bakar. Dan terdapat pula logo 3D Yamaha, biar terlihat mewah.

Adapun bentuk jok tandemnya, mengusung gaya Heritage. Bentuknya ramping memanjang seperti ‘roti.’ Karena ada garis-garis tegas. Di sampingnya ada ornamen dengan aksen lingkaran. Dilengkapi dengan setang bermodel fatbar dengan riser yang sangat tinggi. Terdapat stop lamp yang dirancang minimalis di ujung jok dengan menempel di bagian bodi belakang. Knalpotnya juga berukuran besar, selaras dengan bodinya. Namun motor ini masih menggunakan velg racing, kontradiktif dengan skema keseluruhan.

3. Fitur Canggih

Selain headlamp dan stop lamp yang sudah LED, fitur canggih lainnya bisa dirasakan di bagian panel instrumen. Berbagai informasi mengenai motor tersaji dalam bentuk layar digital monokromatik. Isinya cukup lengkap, mencakup spidometer, takometer, pengukur bahan bakar dan indikator posisi gigi.

Konsol setiap sisi stang mirip dengan MT-15. Kanannya ada switch starter, di bawahnya ada tombol hazard. Kirinya ada lampu dim, lampu dekat jauh, klakson dan sein. Bannya lebar tipe tubeless dual purpose Trail Winner lansiran IRC.

4. Sasis dan Suspensi

XSR menggunakan rangka delta box yang terkenal kokoh dan punya tingkat stabilitas mumpuni. Kaki-kakinya juga nampak besar. Suspensi depan menggunakan upside down, swing arm model banana dengan single shock di belakang. Dilengkapi dengan peleknya yang lebar, depan 2.75 inci dan belakang 4 inci, serta diameternya 17 inci.

Dimensinya paling bongsor di antara para pesaing, 2.000x805x1.080 mm (PxLxT). Sumbu rodanya 1.330 mm, memiliki ground clearance 170 mm. Tinggi tempat duduk 810 mm, sama seperti MT-15. Ukuran ban lebih besar dari lawannya, 110/70 di depan dan 140/70 di belakang. Pengereman sudah cakram depan maupun belakang. Depan dijepit kaliper 2 piston, belakang dikawal kaliper 1 piston. Bobotnya lebih ringan dibanding rivalnya, cuma 134 kg.

5. Tak Ada Pilihan Varian

Meski memilki banyak kecanggihan yang tersaji, Yamaha Indonesia hanya menjual XSR 155 dalam satu pilihan varian dengan banderol Rp 36,265 juta (OTR Jakarta motor pertama). Itupun hanya ada dua pilihan warna yang tersedia.

Mengusung segmen naked bike Yamaha XSR 155memang tak sepopuler skuter, tes pasar dengan satu varian adalah langkah strategis. Namun buruknya konsumen jadi minim opsi. Harusnya ada tipe yang lebih standar tanpa velg racing, lampu LED dan suspensi Upside down, untuk bahan modifikasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here