Peraturan Supaya Sepeda Listrik Tidak Disebut Motor Listrik

0
91
Sepeda Listrik Migo
Sepeda Listrik Migo (istimewa)

Ceritapa.com – Budi Setyadi  selaku Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku pemerintah akan menelurkan aturan baru guna menilai klasifikasi sepeda listrik atau motor listrik di Indonesia.

Landasan hukum mengenai klasifikasi motor listrik diperlukan saat ini untuk menyambut era kendaraan listrik yang lagi dikerjakan pemerintah. Salah satu kekhawatiran bila tanpa regulasi, tidak terdapat pembeda yang jelas antara motor listrik dan sepeda listrik.

Bisnis penyewaan sepeda listrik laksana Migo yang pada kenyataannya dipakai sebagian pemakainya mencampur dengan kendaraan bermotor beda di jalanan adalahsalah satu misal kebingungan.

Bukan melulu masyarakat yang tidak tahu bagaimana mesti bersikap, namun instansi pemerintah pun gugup bersikap adil. Sementara pelaku usaha yang sudah menyumbang ide teknik bertransportasi was-was merugi.

Dirjen Kemenhub menuliskan aturan soal klasifikasi motor listrik ketika ini sedang dikaji Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Pengklasifikasian disebutkan terinci, tetapi Ia belum menyatakan lebih detail.

Budi mengatakan bahwa “Ada sepeda yang memakai alat penggerak dengan listrik terdapat yang tidak masuk ke klasifikasi sepeda motor. Ada pun sepeda motor yang memakai penggerak listrik tersebut masuk klasifikasi sepeda motor listrik,” ungkapnya pada Jumat (22/2).

Dia mengucapkan regulasi ini urgen mengingat tidak sedikit pihak yang telah mengajukan kemauan menjadi produsen serta menjual kendaraan roda dua berbasis listrik.

Budi menerangkan, urusan itu sehubungan dengan Migo. Dia menyarankan, sembari menantikan aturan baru keluar, Migo mengerjakan uji tipe terlebih dulu.

“Sudah saya rapatkan kemarin tersebut jadi dia (Migo) motornya saya suruh uji tipe dulu. Jadi seraya nunggu regulasi Kemenperin. Saya udah rapatkan kemarin, jadi bermukim kecepatan mereka segera mengantarkan barangnya ke balai di Bekasi,” ujarnya.

Selain tersebut Ia menuturkan Migo diinginkan tidak memperluas perluasan bisnisnya di Indonesia untuk sedangkan waktu hingga regulasi klasifikasi motor listrik terbit.

Budi menuturkan “Ini pun kemarin saya mohon Kemenperin datang, kalau dapat jangan kelamaan namun saya tidak tahu berlalu kapan. Saya kemarin pun sampaikan segera uji tipe (Migo) lantas sambil tunggu dari Kemenperin sementara tidak boleh [melebarkan bisnis] di kota lain.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here