Pengentasan Kemiskinan dengan Wakaf Produktif Melalui Sukuk Negara

0
57
wakaf
wakaf

Ceritapa.com, Kemiskinan masih menjadi isu yang paling banyak dibahas di seluruh dunia karena masalah ini terus ada dan menjadi masalah utama setiap negara. Di Indonesia sendiri beragam upaya pengentasan terhadap kemiskinan dilakukan secara langsung maupun tidak langsung melalui pemangunan ekonomi. Cara yang dilakukan adalah melalui wakaf, zakat, dan infaq atau sedekah.

Adanya kerja sama dalam penuntasan kemiskinan antara pemerintah dan masyarakat dapat mempercepat laju pengurangan kemiskinan. Banyaknya masyarakat Indonesia yang memeluk agama Islam tentu menjadi poin yang bisa dimanfaatkannya. Pemanfaatan instrumen ekonomi berbasis hukum Islam dapat dilakukan oleh pemerintah.

Pemerintah yang sejak 2017 telah mendirikan Bank Wakaf Mikro serta perusahaan asuransi yang telah menyediakan asuransi syariah. Seperti halnya zakat, wakaf tentunya memiliki potensi yang sangat besar dalam mendukung pengentasan kemiskinan yang terjadi di Indonesia.

wakaf
Upaya pengentasan kemiskinan melalui wakaf produktif sukuk negara.

Secara bahasa Arab wakaf diartikan sebagai menahan atau berhenti atau berdiam di suatu tempat atau berdiam diri. Dalam kamus fiqih, kata ini berarti pemindahan hak milik pribadi menjadi milik suatu badan yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Di dalam hukum Islam juga dijelaskan bahwa wakaf adalah menyerahkan suatu benda hak milik yang tahan lama zatnya kepada nadzir atau penjaga wakaf baik perorangan atau berupa badan pengelola dengan kenetuan, hasil atau manfaatnya digunakan untuk hal-hal yang sesuai syari’at Islam dan untuk kemaslahatan masyarakat. Dalam Islam wakaf bersifat permanen atau abadi, seperti harta tetap yang telah diwakafkan untuk masjid, tanah pemakaman, sekolah madrasah, panti sosial, dan sebagainya. Namun, wakaf ini juga ada yang bersifat temporer atau dalam kurun waktu tertentu, berupa aset tetap, atau aset bergerak seperti uang. 

Banyak orang yang masih menganggap bahwa aset yang diwakafkan hanya dapat digunakan untuk sarana ibadah dan pendidikan, seperti pembangunan masjid atau pembangunan sekolah madrasah. Namun sebenarnya tidak hanya dapat dimanfaatkan di kedua bidang itu saja, pemanfaatannya bisa diartikal lebih luas lagi terutama dari sisi ekonomi.

Kemudian, munculah ide-ide untuk memanfaatkan wakaf secara berkesinambungan agar lebih bernilai ekonomis. Salah satunya melalui wakaf produktif yang berarti menwakafkan harta yang digunakan untuk kepentingan produksi dibidang pertanian, perindustian, perdagangan serta jasa. Manfaatnya bukan hanya pada benda wakaf secara langsung namun juga keuntungan bersih yang dihasilkan dari pengembangannya yang sesuai dengan tujuan wakaf. Sebelumnya telah disebutkan bahwa wakaf ada yang bersifat abadi dan bersifat temporer. Berkaitan dengan hal ini wakaf produktif lebih berhubungan dengan yang bersifat temporer.

Berwakaf kini dapat melalui Sukuk Negara. Wakaf produktif melalui Sukuk Negara dilandasi dengan keinginan untuk mensinergikan potensi wakaf temporer yang telah dimiliki masyarakat Indonesia baik disalurkan secara langsung atau melalui lembaga ZISWAF dengan menggunakan hasil penerbitan Sukuk Negara untuk keperluan pembangunan dan pengurangan kemiskinan yang memanfaatkan dana imbal balik dari hasil Sukuk Negara.

Alur sederhana dari Wakaf Produktif dengan Sukuk Negara adalah masyarakat Indonesia dengan melalui badan ZISWAF (zakat, infaq, shodaqoh, dan waqaf) membelu Sukuk Negara dalam tenor tertentu. Setelahnya dibuatlah perjanjian bahwa investor Sukuk Negara (Wakif) tidak menerima imbalan apapun dari Sukuk Negara. Imbalan yang dihasilkan akan disalurkan kepada badan IZWAF yang telah disepakati untuk digunakan dalam berbagai program pengurangan kemiskinan. Wakaf produktif melalui Sukuk Negara ini dikategorikan sebagai wakaf temporer selama tenor sukuk, dan hasil dari investasinya akan disedekahkan untuk program pegentasan kemiskinan.

Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 75/PMK.08/2009 soal Penerbitan dan Penjualan SBSN dengan cara penempatan langsung, memberikan kesempatan kepada perorangan WNI ataupun kumpulan perorangan didalam maupun luar negeri untuk berinvestasi pada Sukuk Negara secara penempatan langsung.

Pemanfaatan dana imbalan Sukuk Negara adalah untuk program penanggulangan kemiskinan, dan ZISWAF selaku pihak penerima dana wakaf perlu berkoordinasi dengan antar lembaga serupa lainnya atau pemerintah agar program tidak tumpang tindih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here