Diresmikan pada September Lalu, Berikut Fakta Mobil Esemka

0
56
Bima, mobil Esemka
Mobil Esemka produksi pertama bernama Bima

Ceritapa.com, Pada Jumat, 6 September, Presiden Jokowi sudah meresmikan pabrik mobil Esemka di Boyolali, Jawa Tengah. Esemka merupakan mobil hasil rakitan siswa SMK yang terus diperbarui. Mobil pertama yang diluncurkan bernama Bima.

Selain menarik perhatian masyarakat di Jawa Tengah, namun juga pihak lain. Berikut beberapa fakta terkait esemka yang perlu diketahui.

  • Berawal sejak 2007 lalu

Sebelum diproduksi dan memiliki pabrik seperti sekarang, perjalanan Esemka cukup panjang. Berawal dari 2007 silam, saat itu SMK Indonesia bermitra dengan Autocar Industri Komponen (AIK) untuk merancang serta memproduksi komponen mesin mobil 1500 cc.

Kemudian pada 2008 hingga 2009, program tersebut diteruskan dengan bermitra bersama PT Nasional Motor untuk membuat body double cabin. Lalu membuat body SUV bersama PT Mageda yang sudah disetujui Presiden SBY saat itu. Pada tahun 2010, mereka terus mengembangkan mobil SUV dengan bermitra bersama Foday, Jinbei, dan UKM di Indonesia.

Melihat antusias masyarakat, kemudian dibentuklah PT yang sekarang bernama PT Solo Manufaktur Kreasi yang memegang merk Esemka. Izin produksi dan kelayakan jalanpun diurus di tahun 2011. Varian Rajawali R2 dan Bima 1.1 diproduksi di tahun 2012.

Di tahun 2014, angkutan pedesaan mulai dirancang, angkutan umum massal, serta beberapa angkutan berpenumpang banyak. Dilanjutkan dengan prototype Digdaya 2.7 D, Bima 1.3, Bima 1.8 D, Niaga 1.0, di tahun 2015. Hingga akhirnya kini sudah memiliki pabrik perakitan yang diresmikan langsung oleh presiden.

  • Harga terjangkau
Mobil Esemka jenis Bina
Pada 6 September, mobil Esemka diresmikan

Harga dari mobil produksi PT Solo Manufaktur Kreasi ini cukup terjangkau. Mobil pick up Bima 1.2 (1.200 cc) dan 1.3 (1.300 cc) dibanderol dengan harga kisaran Rp 110-Rp150 juta. Banyak pihak yang optimis, harga tersebut akan membuat mobil buatan anak bangsa dapat diterima di pasaran. Dengan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, harga yang dibanderol pada mobil buatan anak bangsa ini diyakini akan sukses dan diterima pasar.

Sebenarnya, ada 12 tipe yang sudah lulus uji. Namun hanya dua jenis saja yang baru diproduksi.

  • Fokus pada Mobil Pikap

Pihak Solo Manuufaktur Kreasi menyebut sedang fokus pada mobil model pikap, atau propduksi mobil jenis Bima yang sekarang. Nantinya akan ada beberapa tipe dan kapasitas menis yang berbeda serta ukuran mobilnya.

Mobil Esemka memang fokus pada model pikap sebagai bagian dari strategi manajemen yang ingin menyeimbangkan daerah terpinggirkan.

Pada peresmiannya saat itu, hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Presiden Jokowi juga sempat mencoba salah satu model pertama dari hasil produksi massal Esemka.

Esemka sendiri saat peresmian tersebut meluncurkan dua produk terbaru, Bima 1.2 dengan kapasitas 1.200 CC dan Bima 1.3 dengan berkapasitas 1.300 CC.

  • Bukan Mobil Nasinal
Harga Mobil Esemka
Harga Mobil Esemka yang disebut terjangkau

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Esemka bukanlah mobil nasional, namun hanya perusahaan nasional. Jokowi juga menegaskan bahwa mobil ini diproduksi dengan supplier dan pemasok yang berasal dari dalam negeri. Esemka tentu akan jadi pesaing model dari Jepang atau China di pasar otomotif Indonesia.

  • Diyakini Mampu Tembus Pasar Ekspor

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut Esemka dapat bersaing sehingga mampu memasarkan produknya lebih luas. Dari segi harga, mobil produksi Esemka ini sangat kompetitif, sehingga tidak hanya mampu menjangkau dalam negeri, tapi diyakini juga mampu dipasarkan hingga ke luar negeri.

Namun, untuk sekarang, Mobil Esemka masih fokus dan berkonsentrasi untuk dalam negeri karena kebutuhan pertanian dan industri banyak sekali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here