Berwakaf Masa Kini Dengan Wakaf Asuransi Syariah

0
40
wakaf asuransi syariah
wakaf asuransi syariah

Ceritapa.com, Asuransi berbasis syariah dan wakaf dianggap khlayak umum merupakan badan yang berdiri sendiri dan memiliki fungsi yang berbeda. Namun, sebenarnya kedua istilah ini memiliki korelasi satu sama lain. Seiring dengan majunya ilmu pengetahuan tentang pengembangan ekonomi syariah dan mulai berkembangnya lembaga wakaf modern. Inovasi yang dilakukan dalam rangka pemberdayaan fungsi wakaf antara lain wakaf asuransi syariah.

Wakaf asuransi merupakan salah satu model dalam upaya penggerakan wakaf uang yang selama ini telah menjadi isu bersama. Sejauh ini, kegiatan berwakaf dalam budaya masyarakat Indonesia belum banyak populer, hal ini disebabkan adanya produk instrumen wakaf yang masih terbatas.

Adanya rekayasa keuangan, wakaf dapat dibuat menjadi berbagai macam produk keuangan termasuk didalamnya adalah wakaf uang. Dengan demikian terjawablah kebutuhan masyarakat untuk melakukan kegiatan filantropi yang bertujuan membantu sesama manusia.

Wakaf dalam asuransi syariah merupakan sebuah praktik keuangan yang sejauh ini memiliki maksud membelikan premi asuransi syariah dari lembaga asuransi dan nantinya akan diwakafkan preminya ke lembaga wakaf untuk dimanfaatkan dalam manajemen risiko dalam program pemberdayaan keumatan. Adanya Lembaga wakaf biasa yang telah ada merasa terbantu dengan adanya wakaf ini dalam memitigasi risiko produktifitas wakaf.

Instrumen wakaf ini bereda dengan instrumen zakat, infaq, dan sedekah yang memiliki sifat cepat didistribusikan serta harus habis. Berbeda dengan wakaf, benda atau dananya harus dimanfaatkan secara produktif demi kepentingan umum. Pengelola wakaf harus pandai dalam mengatur dan mengelola risiko dengan baik agar aset wakaf yang diberikan oleh wakif aman dan memiliki manfaat berkelanjutan.

Masyarakat pada umumnya hanya mengetahui jika aset yang diwakafkan berupa gedung, tanah, atau benda tak bergerak saja. Namun sebenarnya, aset yang dapat diwakafkan bisa berupa uang dan emas. Manfaat wakaf itu dapat digunakan untuk program sosial terhadap orang yang membutuhkan.

Namun, dengan sifat uang yang lebih fleksibel ini menjadi pilihan yang sangat tepat jika produk produk asuransi menjadi instrumen wakaf untuk kesehatan, beasiswa pendidikan, serta jaminan sosial masyarakat. Melalui wakaf adanya harapan hidup yang lebih besar dan masa depan sosial yang sangat besar bagi orang-orang dengan perkonomian rendah di Indonesia.

Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Muhammad Nuh gencar mendorong masyarakat Indonesia khususnya masyarakat beragama Islam untuk ikut wakaf untuk membantu pengembangan dunia wakaf Indonesia.

Masyarakat diharapkan sadar untuk berasuransi dan memiliki polis asuransi syariah. Masyarakat yang telah sadar akan program ini diberkan kesempatan untuk membeli polis asuransi syariah yang baru dan nantika bisa di wakafkan ke lembaga wakaf untuk dimanfaatkan secara produktif dalam progam-program sosialnya. Adanya program ini menjadi pembuka jalan bagi kedua belah pihak, lembaga wakaf dan asuransi syariah.

Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) merasa optimis jika wakaf asuransi syariah dapat berkembang pesat di Indonesia. Menurutnya, wakaf asuransi akan mengalami pertumbuhan yang sangat baik dalam industri asuransi. Hal ini karena produk wakaf asuransi merupakan salah satu produk yang spesifik dan hanya berlaku pada sistem asuransi syariah.

Namun, adanya program ini diharapkan semua pihak meliputi lembaga wakaf dan asuransi untuk berbenah. Lembaga wakaf harus meningkatkan sumber daya manusianya terutama dalam menajemen pengelolaan yang benar, produktif, serta berorientasi untuk kesejahteraan umat. Hal sama juga harus dilakukan perusahaan asuransi syariah yang diharapkasn selalu berinovasi dengan produk asuransinya dan memberikan solusi bagi lembaga wakaf dalam melakukan manajemen risiko, maka kedua pihak bisa bersinergi dengan baik dan mendapatkan keuntungan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here